Mengenal Kuliner Khas Subulussalam: Mie Aceh, Gulai Ikan Patin, dan Roti Canai
Jelajahi tiga ikon kuliner Subulussalam: mie aceh pedas, gulai ikan patin gurih, dan roti canai renyah yang mencerminkan keberagaman budaya pesisir Aceh.

Poin Penting
- Subulussalam menjadi kota otonom di Provinsi Aceh sejak 2007
- Mie Aceh Subulussalam memakai mie kuning tebal dengan bumbu rempah khas Aceh
- Gulai ikan patin memanfaatkan ikan patin air tawar dari sungai Singkil
- Roti canai dipengaruhi budaya Melayu dan India, disajikan dengan kari kambing atau daging
- Harga satu porsi mie aceh atau gulai patin berkisar puluhan ribu rupiah
Mie Aceh Subulussalam: Pedas yang Menggugah Selera
Pagi hari di pinggir Jalan Cut Nyak Dien, asap wajan sudah naik dari warung kecil yang buka sejak fajar. Pemilik, Bapak Hasan, menggoreng bawang merah, bawang putih, cabai rawit, dan rempah-rempah seperti jinten dan ketumbar hingga harum. Mie kuning tebal dimasukkan, diaduk cepat dengan kecap manis dan kaldu ayam. Tambahan potongan daging sapi, telur, dan sayur sawi membuat warna dan tekstur semakin menarik. Pelanggan setia, Pak Ridwan, berkata: "Pedasnya pas, nggak terlalu menyengat tapi bikin nambah nasi." Mie ini berbeda dengan versi Banda Aceh karena penggunaan cabai rawit hijau lebih dominan, memberi aroma segar yang khas Subulussalam.
Gulai Ikan Patin: Gurih dari Sungai Singkil
Sungai Singkil yang memotong kota menyediakan ikan patin segar setiap hari. Nelayan seperti Pak Joko mengantarkan ikan ke pasar sebelum matahari terbit. Di dapur rumah makan Bu Siti, ikan dibersihkan, dipotong besar, lalu direbus dalam santan kelapa yang diambil dari kelapa tua. Bumbu halus berisi kunyit, jahe, lengkuas, serai, dan daun jeruk dipanaskan hingga minyak keluar. Ikan dimasukkan perlahan agar daging tidak hancur. Hasilnya kuah kental berwarna kuning keemasan, bercitarasa gurih pedas manis. Biasanya disajikan dengan nasi putih hangat dan sambal terasi yang dibakar di atas arang.
Roti Canai: Warisan Melayu-India di Piring
Roti canai hadir bersama para pedagang keliling yang bersepeda motor di sore hari. Adonan tepung terigu, air, garam, dan minyak diuleni hingga kalis, lalu dibiarkan istirahat. Tukang roti, Bang Ali, melempar adonan ke udara berulang kali hingga tipis dan luas. Lalu dilipat empat, dipanggang di atas teflon anti lengket dengan sedikit mentega. Rotinya mengembang lapis-lapis, renyah di luar lembut di dalam. Pelanggan biasanya memesan dua buah roti dengan kuah kari kambing yang kental, ditambah acar timun dan bawang merah iris. Perpaduan rasa gurih roti dan pedas kari menciptakan kenikmatan yang sulit dilupakan.
Cuplikan Video
Pertanyaan Umum
Apa bedanya Mie Aceh Subulussalam dengan versi kota lain?
Mie Aceh Subulussalam menggunakan cabai rawit hijau lebih banyak, memberikan aroma segar dan pedas yang lebih ringan dibanding versi Banda Aceh yang lebih kental bumbu merah.
Di mana bisa mencicipi Gulai Ikan Patin paling asli?
Warung-warung di sekitar Pasar Inpres dan tepi Sungai Singkil biasanya menyajikan gulai ikan patin dari tangkapan hari itu.
Apakah Roti Canai Subulussalam sama dengan roti canai Malaysia?
Mirip teknik pembuatan, namun roti di sini lebih tipis dan disajikan dengan kari kambing khas Aceh yang lebih kaya rempah.
Berapa kisaran harga makan siang lengkap di warung kuliner Subulussalam?
Satu porsi mie aceh atau gulai patin ditambah nasi dan minum sekitar puluhan ribu rupiah, terjangkau untuk kantong pelajar maupun pekerja.